Daftar isi akan muncul jika artikel memiliki heading (H2/H3)
Artikel ini akan lebih fokus akan apa saja yang perlu dan penting untuk di lakukan kedepannya. Harap untuk membaca dengan baik apa saja yang kiranya di butuhkan secara bertahap, yaitu:
Mengumpulkan Data Peralatan Jaringan Dengan Teknologi yang sesuai
>> Membuat daftar teknologi dan perangkat jaringan saat ini (existing)
Contoh:
Inventarisasi perangkat: Router, Switch (Managed/Unmanaged), Access Point, dan jenis kabel (Cat5e/Cat6).
Identifikasi bottleneck (hambatan) pada perangkat lama yang masih menggunakan standar kecepatan rendah (misal: port 10/100 Mbps).
>> Membuat daftar teknologi yang dapat memperbaiki kinerja jaringan
Contoh:
Gigabit Ethernet: Migrasi ke kecepatan 1000 Mbps.
Fiber Optic: Untuk backbone antar gedung atau lantai guna menghindari gangguan elektromagnetik.
WiFi 6 (802.11ax): Untuk koneksi nirkabel yang lebih stabil di area padat pengguna.
Merancang Topologi Jaringan
>> Menentukan kebutuhan pengguna secara keseluruhan
Contoh:
Berapa jumlah pengguna aktif?
Layanan apa yang dominan? (Streaming video, transfer file besar, atau sekadar browsing).
>> Membuat spesifikasi topologi jaringan
Contoh:
Pemilihan Topologi Star sebagai standar industri karena kemudahan troubleshooting.
Penentuan lokasi pusat data (Server Room) dan distribusi Switch (MDF/IDF).
Merancang Pengalamatan Jaringan
>> Mengidentifikasi sistem operasi pada jaringan (Melakukan pengecekan jenis dan versi sistem operasi pada setiap perangkat jaringan untuk memastikan kompatibilitas konfigurasi)
Contoh:
Pengecekan OS (Windows, Linux, macOS, Android/iOS) untuk memastikan dukungan terhadap protokol tertentu (seperti IPv6 atau enkripsi WPA3).
>> Membagi alamat jaringan pada perangkat jaringan (Menentukan subnet dan mendistribusikan alamat IP ke setiap perangkat sesuai kebutuhan topologi dan fungsi jaringan)
Contoh:
Menghitung kebutuhan IP agar tidak terjadi pemborosan alamat, seperti:
- Memisahkan segmen IP untuk Staff, Tamu, dan Perangkat Server menggunakan VLAN.
>> Mendokumentasikan pengalamatan jaringan (Mencatat seluruh informasi IP address, subnet, gateway, dan perangkat terkait dalam format dokumentasi yang rapi dan mudah dipahami)
Contoh:
Membuat tabel yang berisi: Nama Perangkat, Ruang, IP Address, Subnet Mask, dan Gateway.
Dokumentasi Pengalamatan IP (Contoh)
| No. | Nama Perangkat | Ruang | IP Address | Subnet Mask | Gateway |
| 1 | Router-Utama | Server | 192.168.1.1 | 255.255.255.0 | - |
| 2 | Switch-Core | Server | 192.168.1.2 | 255.255.255.0 | 192.168.1.1 |
| 3 | PC-Admin-01 | Admin | 192.168.1.10 | 255.255.255.0 | 192.168.1.1 |
| 4 | AP-Lantai-1 | Lobi | 192.168.1.20 | 255.255.255.0 | 192.168.1.1 |
Menentukan Spesifikasi Perangkat Jaringan
>> Mempersiapkan peralatan dan bahan/materi yang diperlukan (Mengumpulkan seluruh peralatan instalasi dan material jaringan seperti kabel, konektor, dan alat ukur sebelum pekerjaan dimulai.)
Contoh:
Tools: Crimping tool, LAN tester, Cable stripper.
Bahan: Konektor RJ-45, Kabel UTP/STP, Patch panel, Wall plate.
>> Mengumpulkan informasi mengenai perangkat jaringan yang ada di pasaran
Seperti: Membandingkan merk (Cisco, Mikrotik, Ubiquiti, TP-Link) berdasarkan durabilitas dan fitur keamanan.
>> Menuliskan spesifikasi perangkat jaringan untuk keperluan pengguna
Contoh:
"Switch 24-Port Gigabit Managed dengan dukungan PoE (Power over Ethernet) untuk menyuplai daya ke CCTV/Access Point."
Memasang Kabel Jaringan
>> Merencanakan pengkabelan horizontal
dalam pemasangan kabel, sebaiknya mengikuti ceklist untuk instalasi kabel ini, yaitu:
- Kabel telah ditarik melalui conduit/tray.
- Panjang kabel tidak melebihi 90 meter.
- Label terpasang di kedua ujung kabel.
- Terminasi RJ-45/Modular Jack sesuai standar T568B.
- Lulus uji konektivitas dengan LAN Tester.
- Jalur kabel menjauhi kabel listrik tegangan tinggi.
- Menentukan jalur kabel di plafon atau bawah lantai (raised floor).
- Memastikan panjang kabel tidak melebihi batasan standar (90 meter untuk kabel tembaga).
>> Menginstalasi pengkabelan horizontal (Menarik, menata, dan memasang kabel jaringan dari ruang telekomunikasi menuju area kerja sesuai standar instalasi.)
Contoh:
Penarikan kabel dengan rapi (menggunakan cable ties atau conduit).
Terminasi kabel pada Patch Panel di sisi ruang server dan Modular Jack di sisi pengguna.
>> Membuat dokumentasi pengkabelan
Contoh:
Pemberian label (Labelling) pada setiap ujung kabel.
Pembuatan denah jalur kabel (as-built drawing) untuk memudahkan perbaikan di masa depan.
Tadi merupakan apa saja yang diharapkan dimiliki oleh kamu yang ingin melakukan implementasi jaringan LAN, mulai dari mengumpulkan informasi jaringan hingga membuat dokumentasi pengkabelan. Sampai jumpa lagi di artikel berikutnya.. (>.<)8
Komentar (0)
Login untuk dapat berkomentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama mengomentari artikel ini!